Sabtu, 09 Mei 2015

Menulis Lagi dan Lagi

Setiap Mata kuliah Pak Prof di mulai, sering kali Azka, Ria dan Nafis waktu di kosannya Azka membicarakan nanti waktunya Pak  Prof.
“apakah nulis lagi ya..?.” katanya anak berkrudung merah itu.
“iiya mungkin, karena setiap pelajaran beliau nulis dan di suruh buat cerita lagi kan teman-teman..” sahut saya sambil senyum manis kapada kedua teman saya, Azka dan Nafis.
Setiap hari selasa membicarakan Bapak yang mempunyai 7 anak ini. Sambil beli nasi waktu itu, Nafis dan Azka beli nasi campur, sedangkan saya pingin makan ‘Bakso’ ngobrol-ngobrol bersama.
“pean jadi beli apa maa..?.” sahut dari satu teman ku, dengan nada rendah saat mengucapkannya.
“aku bingung neng, di sisi itu saya pengen bakso tapi kalau pagi belum nasi tidak enak mbk, gimana ya..” jawab saya sambil bingung memikirkan apa yang nanti saya beli.
“ya udah mbk, beli bakso saja,” sahut saya melihat teman-teman.
Setelah antri beli nasi dan bakso, di selah-selah pembicaraan Nafis dan Azka mengatakan.
            “aku kepingin beli pentol juga..” sahut kedua temanku dengan melihat tempat pentol.
Sesudah beli makanan bersama, langsung di sikat semua makanan dengan lahap. Mungkin lapar semuanya teman-teman ini, sms ke Nitra teman kosnya Azka dan teman satu kelas. Ku lihat jam ini kok masih jam 10.30 ya. Akhirnya kita bertiga ini melakukan hal-hal yang aneh di kamar dua tempat kasur itu, dan mempunyai satu lemari yang di salah satu pintu lemari ada kaca yang biasanya tidak lepas dari wanita setiap harinya.
“sms Nitra aku pinjam mangkok buat makan bakso, boleh ya..” sms ke dia wanita yang lugu itu.
Di balas sms saya
            “iya gak papa pakek aja, kamu di kos’an ta..” balasan sms dari Nitra.
            “iya, aku lagi kos sama Nafis dan Azka.” Jawabku.
Eh gak terasah waktu udah habis untuk ngombrol-ngobrol bareng sama teman-teman di kos. Jam menunjukkan pukul 11.00.
“wah jam 11, berarti kita punya waktu tidur hanya 30 menit, agar tidak telat lagi masuk di perkulihannya Pak Prof.” Ujar Azka dengan semangat siap tidur di ranjangnya.
“pasti nanti di suruh nulis lagi ya..” sahut Nafis yang sedang enak-enaknya melihat hp sambil tidur di ranjang sebelahnya.
“iya mungkin.” Jawabku dengan nada pelan-pelan.
“walah, libur po’o ben gak kakean tugas wah, kita udah banyak tugas...” sahut Azka dengan nada tegas dan berbaring di kasur yang empuk itu.
Waktu berlalu dan jarum berputar cepat begitu saja, jam waktu udah menunjukkan pukul 11.30, waduh semuanya cepat-cepat ambil air wudhu dan biar gak telat masuk di perkuliahan yang sangat membuat terbangun untuk hidup lagi, itu ibaratnya. Jam 12.00 udah siap, akhirnya jalan demi jalan saya lalui dengan senang maupun duka. Eh eh tak kusangka ternyata udah sampai di depan gerbang coklat yang selalu aku lalui untuk masuk ke Kampus UIN SA.
Gerbang kecil itu yang aku lewati tepatnya di belakang Gedung B. Ku berjalan pelan-pelan sambil merasakan suasana di Kota Surabaya yang letaknya di Kampus Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UIN SA). Eh kok ketemu Kakak angkatan di tengah-tengah jalan yang namanya Mbak Ayu, banyak carita tentang dia PPL dan KKN. Aku dan teman-teman banyak mendapatkan informasi dan pengalaman dari kakak senior ini.
            “eh pean waktunya Pak Prof ya..?” ujar mbk Ayu.
            “iyah mbk, emang kenapa?.” Jawabku dengan tegas.
“aku cari dari jm 9 sampai jam segini kok gak ada ya.. beliau bilang bahwa kontrol di  rumah sakit karangmenjangan katanya..” kata Mbk Ayu.
“masak mbk, habis ini masuk mbk kita ini, wah berarti gak ada Pak Prof ..” jawabku dengan hati senang.
“kemarin bilang ke saya waktu ke rumah Pak Faqih, Pak Fqih akan mengantikan beliau gitu..” sahut dari salah satu temanku yang Big yaitu Tresno.
Ealah paling di suruh nulis lagi berbicara sendiri, eh ya udah mbk Ayu saya ke kelas dulu sambil melihat jam di pergelangan tangan saya. Akhirnya saya menghentikan obrolan saya dengan mbk yang cantik tersebut menuju Gedung A langsung ke kelas D1.112 yang dekatnya D1.113 kalau gak salah.
Masuk di kelas eh ternyata Bapak yang mempunyai Pesantren itu belum datang, akhirnya saya main di kelas sebelah. Kebetulan belum ada Dosennya, eh Ria, ada seorang Gadis yang memanggil dari belakang kelas yang aku samperin tadi. Ternyata Elita lalu dia berkata
            “Ria aku punya hutang pls berapa..?.” ujarnya.
            “walah 6 ribu 5 ratus rupiah Elita..” jawabku dengan santai.

Saya pun tergesah-gesah masuk ke kelas, eh ternyata ada teman jurnalistik yang bilang bahwa udah ada Dosennya. Ku cepatkan langkah kakiku menuju kelas sebelah D1.112 tempatnya